Makanan · Sumenep
Apen, kue beras yang berlubang karena diragikan
Tepung beras didiamkan sehari lalu diragikan sampai berbuih. Lubang-lubang di dalamnya hasil ragi itu, bukan cetakan.
Potong apen jadi dua dan lihat penampangnya. Ada rongga-rongga kecil di dalamnya, tidak beraturan, seperti roti. Itu yang membedakannya dari kue beras lain, dan itu bukan hasil cetakan.
Lubangnya kerja ragi
Tepung berasnya digiling lalu didiamkan sekitar 24 jam sebelum dipakai. Sesudah itu baru dicampur ragi instan yang sudah dilarutkan di air hangat, garam, dan santan cair sedikit demi sedikit.
Adonannya lalu ditutup kain dan didiamkan lagi. Kalau sudah mengembang dan muncul gelembung di permukaannya, artinya raginya bekerja dan adonannya siap. Gelembung itu yang nanti jadi rongga di dalam kuenya.
Dituang ke cetakan panas, adonan itu matang jadi lempeng pipih berwarna putih kekuningan — lembut, dan berlubang di dalam.
Kalau adonannya tidak sempat berbuih, yang jadi bukan apen melainkan kue beras padat. Jadi yang paling menentukan di sini bukan tangan yang menuang, melainkan waktu yang diberikan.
Kuahnya yang membuatnya bukan serabi
Orang sering menyamakannya dengan serabi Jawa, dan bentuknya memang berdekatan. Bedanya di cara makannya.
Apen Sumenep disiram kuah, bukan diberi topping. Kuahnya santan kental yang direbus bersama gula merah, daun pandan, dan sedikit garam. Manisnya datang dari gula merah, gurihnya dari santan dan garam, dan keduanya dimaksudkan seimbang — bukan manis saja.
Ada juga yang membuat apen telur, dengan telur ayam kampung di adonannya.
Parsanga, dan generasi ketiga
Pusatnya di Desa Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep. Warung apen di sana banyak dan berdekatan, jadi mencarinya lebih gampang daripada mencari satu nama.
Salah satu yang masih jalan usaha Kus Suryati, yang meneruskan usaha neneknya, Mbah Atik. Dihitung dari sana, apen yang kamu beli hari ini sudah sampai generasi ketiga.
Yang muda ikut menambahkan: ada yang membuat versi berwarna-warni — orang menyebutnya apen rainbow — tanpa mengubah resep dasarnya.
Mencarinya di sini
Apen makanan pagi. Yang dibawa ke pasar biasanya habis sebelum siang, dan yang di warung ramai sekitar jam istirahat kantor.
Kalau kamu baru ingat sesudah lewat jam itu, kirim saja nama warungnya ke admin. Kurir kami jalan mulai pukul 06.00 — cukup pagi untuk mengejar apen.
Di mana makannya
3 tempat yang menyediakannya.
-
Warung apen Kus Suryati
Desa Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep
Usaha yang diteruskan dari neneknya, Mbah Atik, dan sekarang sudah generasi ketiga.
-
Warung Pak Edi
Desa Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep
Salah satu yang membuat apen telur dengan telur ayam kampung. Sekitar lima ribu seporsi.
-
Desa Parsanga pagi hari
Kecamatan Kota Sumenep, sekitar 3 kilometer barat alun-alun
Bukan satu warung melainkan satu desa. Yang dibawa ke pasar biasanya habis sebelum siang.
Jam buka dan harga berubah tanpa pemberitahuan, dan warung kecil kadang tutup tanpa mengumumkan apa pun.
Lapar
Mau ini diantar?
Sebut saja nama warungnya ke admin, biar kami yang cari. Kurir kami jalan tiap hari, pukul 06.00 sampai 21.00.
Pesan lewat WhatsAppLanjut