Ta' langkong
Madura, ditulis dari ujung timurnya.
Ta' langkong itu permisi dalam bahasa Madura, dan begitu cara kami mulai. Kantor kami di Sumenep, dan sebagian besar yang kami tulis memang dari sana. Sisanya dari Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Tiap tulisan menyebut kabupatennya, supaya kamu tahu sejauh apa dan mana yang bisa kami antar.
Makanan
Yang bikin orang sini bilang nyaman.
Nyaman itu enak dalam bahasa Madura. Ini yang dimasak di Madura, dan di kabupaten mana kamu bisa mencarinya.
Tempat
Yang bikin kami berhenti di jalan.
Pantai, keraton, gili, sampai bekas tambang kapur, dari ujung timur pulau sampai ujung baratnya. Gili itu sebutan Madura untuk pulau kecil.
Budaya
Yang masih dikerjakan orangnya.
Kerajinan dan tradisi yang masih hidup, bukan yang sudah jadi pajangan di lemari kaca.
Oleh-Oleh
Yang muat di tas.
Makanan di atas dimakan di tempat. Yang di sini bertahan sampai rumah, dan itu dua daftar yang berbeda.
Tokoh
Yang namanya masih dipakai orang.
Raja, pemberontak, kiai, dan penerbang yang lahir di pulau ini. Sebagian namanya sekarang jadi nama jalan, bandara, dan alun-alun, dan sebagian besar orang lewat di sana tiap hari tanpa tahu siapa mereka.
Cerita
Yang diceritakan sebelum ada yang menulisnya.
Enam cerita yang berpindah dari mulut ke mulut jauh sebelum ada bukunya. Kami tulis apa adanya, lengkap dengan bagian yang versinya berbeda-beda.