Kembali ke Jelajah Madura

Oleh-Oleh · Sumenep

Maco, kue yang dibalur beras ketan goreng

Kue ketan yang dicelup gula aren panas lalu digulingkan ke beras ketan goreng merah dan putih. Renyah di luar, legit di dalam.

Empat potong maco lonjong berbalut beras ketan goreng merah dan putih di atas piring
Foto Arsha Fathan (CC0) lewat Wikimedia Commons.

Kue yang permukaannya penuh butiran beras, sebagian putih dan sebagian merah muda. Dari jauh ia terlihat seperti kue yang tumpah ke mangkuk sereal, dan justru lapisan itu yang jadi seluruh alasan ia dibuat begini.

Ketan, gula aren, lalu ketan lagi

Badannya dari beras ketan. Perekatnya gula aren yang dipanaskan dulu sampai mencair dan mengental, dan badan kue itu dicelup ke sana selagi panas.

Sesudah dicelup, ia digulingkan ke beras ketan yang sudah digoreng lebih dulu sampai meletus. Butiran itu menempel di gula yang belum keras, lalu ikut mengeras bersamanya waktu dingin.

Hasilnya dua tekstur yang tidak bertemu di tengah: bagian luar yang renyah dan patah waktu digigit, bagian dalam yang padat dan legit. Rasanya manis gula aren, bukan manis gula pasir yang datar.

Soal warnanya

Beras ketan yang dipakai merah dan putih, dan kami tidak menemukan keterangan yang bisa dirujuk soal kenapa dua warna itu yang dipilih. Jadi kami tidak mengarang artinya. Yang bisa dipastikan cuma bahwa keduanya ada di hampir semua maco yang dijual di Sumenep.

Buatan rumah, bukan pabrik

Maco dikerjakan tangan di rumah-rumah di Sumenep, tanpa mesin dan tanpa pengawet. Itu sebabnya ia jarang punya merek, dan jarang keluar dari kabupatennya sendiri.

Kalau kamu sudah pernah membawa pulang jubada, maco masuk keluarga yang sama: manis, dari satu kabupaten, dan bahannya bisa dihitung dengan jari.

Sebelum kamu beli

  • Cek lapisan luarnya. Butiran ketan yang masih tegak dan kering berarti kuenya baru. Yang sudah melempem terasa liat di gigitan pertama.
  • Tanpa pengawet berarti hitungannya minggu, bukan bulan. Tanya tanggal buatnya, dan kalau penjualnya tidak tahu, ambil yang kemasannya paling rapat.
  • Jangan ditumpuk di bawah barang berat. Lapisan yang rontok tidak bisa ditempelkan lagi, dan yang tersisa cuma kue ketan biasa.

Di mana belinya

3 tempat yang menyediakannya.

  1. Toko Oleh-Oleh Sumenep

    Jl. Dr. Wahidin No. 9, Lingkungan Delama, Pajagalan, Kota Sumenep

    Buka sampai pukul sembilan malam, jadi ia yang paling masuk akal kalau kamu baru selesai jalan-jalan.

  2. Mall UMKM Sumenep

    Jl. Dr. Soetomo, Lingkungan Delama, Kota Sumenep

    Pusat oleh-oleh resmi kabupaten, buka 08.00 sampai 16.00. Isinya diambil langsung dari perajinnya.

  3. Pasar Anom Baru

    Kota Sumenep

    Maco di sini barang los kue, bukan barang rak. Dijual tanpa merek dan biasanya lebih murah.

Jam buka dan harga berubah tanpa pemberitahuan, dan warung kecil kadang tutup tanpa mengumumkan apa pun.

0811-147-797