Oleh-Oleh · Sumenep
Bawang Rubaru, bawang merah yang airnya paling sedikit
Umbi kecil dari satu kecamatan di utara Sumenep. Aromanya kuat, airnya sedikit, dan karena itu ia jadi bawang goreng yang tidak melempem.
Ini salah satu dari sedikit yang bukan camilan di daftar ini, dan itu alasannya masuk. Yang dibawa pulang dari Sumenep tidak harus sesuatu yang dimakan langsung dari kantongnya.
Nama kecamatan yang jadi nama varietas
Rubaru satu kecamatan di utara Sumenep, dan varietas bawang merah lokal yang berasal dari sana memakai namanya. Pemerintah kabupaten menerbitkan deskripsi varietasnya sendiri, lengkap sampai ke ukuran umbinya, dengan Desa Basokah sebagai daerah asalnya.
Umbinya kecil: garis tengah sekitar 2,3 sampai 2,6 sentimeter, dan beratnya 6 sampai 8 gram per umbi. Satu rumpun bisa berisi delapan sampai enam belas umbi. Panennya sekitar enam puluh hari, dan di Rubaru itu berarti tiga kali panen dalam setahun.
Kenapa ia jadi bawang goreng
Bawang merah Sumenep kandungan airnya lebih sedikit daripada kebanyakan bawang merah lain, dan aromanya lebih kuat. Dua hal itu yang menentukan nasibnya di penggorengan.
Bawang yang banyak airnya harus digoreng lebih lama untuk mengeringkannya, dan waktu tambahan itu yang membuatnya cokelat gelap dan pahit sebelum renyah. Bawang yang sudah kering dari sananya cukup sebentar, lalu langsung renyah dan tetap renyah.
Itu sebabnya bawang goreng Sumenep jadi produk sendiri, bukan sekadar bawang yang kebetulan digoreng.
Sudah sampai Belanda
Pemerintah Kabupaten Sumenep mencatat produk olahan bawang Rubaru pertama kali menembus pasar Belanda lewat kerja sama satu perusahaan lokal dengan importir di sana. Untuk umbi dari kecamatan yang tidak punya jalan tol dan tidak punya pelabuhan besar, itu perjalanan yang jauh.
Di Madura sendiri ia sudah lama jadi hal biasa. Taburan di atas soto Madura dan campor yang kamu anggap pelengkap itu sebagian datang dari sini.
Sebelum kamu beli
- Putuskan dulu mau umbi atau bawang goreng. Umbi segar lebih murah tapi perlu diurus di rumah; bawang goreng kemasan langsung bisa dipakai dan lebih aman dibawa terbang.
- Kalau ambil umbi, pilih yang kulitnya kering dan lehernya sudah tertutup. Yang lehernya masih basah akan busuk dari dalam, dan busuknya menular ke tetangganya di kantong yang sama.
- Kalau ambil bawang goreng, cek warnanya. Keemasan rata berarti benar. Cokelat tua berarti kelamaan di minyak, dan pahitnya tidak bisa diselamatkan.
- Toples, bukan plastik. Bawang goreng menyerap uap air dengan cepat, dan sekali melempem ia tidak kembali renyah.
Di mana belinya
3 tempat yang menyediakannya.
-
Kecamatan Rubaru
Desa Basokah dan sekitarnya, Kecamatan Rubaru, Sumenep
Asal varietasnya dan pusat produksinya. Panen tiga kali setahun, jadi hampir selalu ada yang baru turun.
-
Pasar Anom Baru
Kota Sumenep
Los sayur dan rempahnya. Di sini yang dijual umbi segar, bukan bawang goreng kemasan.
-
Mall UMKM Sumenep
Jl. Dr. Soetomo, Lingkungan Delama, Kota Sumenep
Pusat oleh-oleh resmi kabupaten, buka 08.00 sampai 16.00. Yang di sini bawang goreng kemasan, sudah siap dibawa pulang.
Jam buka dan harga berubah tanpa pemberitahuan, dan warung kecil kadang tutup tanpa mengumumkan apa pun.
Lanjut