Kembali ke Jelajah Madura

Oleh-Oleh · Sumenep

Jubada, gula siwalan yang diikat satu per satu

Manisan kenyal dari Karduluk, Sumenep. Tiap potongnya diikat tali sendiri, dan itu bukan hiasan.

Tumpukan jubada berwarna cokelat bening, tiap potongnya terikat tali putih, di atas piring
Foto Arsha Fathan (CC0) lewat Wikimedia Commons.

Kalau kamu cuma boleh bawa pulang satu hal dari Sumenep dan ingin sesuatu yang tidak ada di kota lain, ini kandidat paling kuat.

Bahannya cuma dua

Gula siwalan dan tepung. Itu saja. Siwalan itu lontar, pohon yang tumbuh subur di tanah kering Madura dan niranya disadap jadi gula.

Adonannya dimasak lama sampai mengental dan berubah warna jadi cokelat bening seperti kaca. Waktu dingin, teksturnya kenyal dan lengket, di antara dodol dan karamel.

Kenapa diikat

Tiap potong jubada diikat tali sendiri, dan orang sering mengiranya kemasan lucu-lucuan. Sebenarnya masalah teknis: benda selengket ini kalau ditumpuk begitu saja akan menyatu jadi satu bongkah di dalam kantong, apalagi kalau kena panas di perjalanan.

Talinya membuat tiap potong tetap bisa diambil satu-satu. Sebagian penjual memakai tali rafia, sebagian daun lontar kering.

Dari satu desa

Sentranya Desa Karduluk di Kecamatan Pragaan, sekitar 30 kilometer barat kota Sumenep. Desa yang sama juga dikenal karena ukiran kayunya.

Kami tidak menemukan keterangan yang bisa dirujuk soal sejak kapan jubada dibuat di sana. Yang bisa dipastikan cuma bahwa gula siwalan dan lontar memang lama jadi bagian penghidupan di jalur selatan Sumenep.

Sebelum kamu beli

  • Tanya tanggal buatnya. Tanpa pengawet, jubada bagus sekitar satu sampai dua minggu. Yang sudah lama mengeras dan susah digigit.
  • Jangan taruh di bagasi mobil yang kena matahari. Ia akan meleleh dan menyatu, dan tali tadi tidak akan menolong.
  • Rasanya manis sekali. Ini bukan camilan yang dihabiskan sendiri dalam sekali duduk, dan memang tidak dirancang begitu.

Di mana belinya

3 tempat yang menyediakannya.

  1. Kelompok Manyang Sari

    Dusun Blajut, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Sumenep

    Sentra pembuatannya. Jubada yang beredar di luar desa sebagian besar keluar dari sini.

  2. Pasar Kapedi

    Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, Sumenep

    Di jalan sebelum masuk kota. Di luar desa pembuatnya, di sinilah jubada paling gampang dicari.

  3. Mall UMKM Sumenep

    Jl. Dr. Soetomo, Lingkungan Delama, Kota Sumenep

    Pusat oleh-oleh resmi kabupaten, buka 08.00 sampai 16.00. Isinya diambil langsung dari perajinnya.

Jam buka dan harga berubah tanpa pemberitahuan, dan warung kecil kadang tutup tanpa mengumumkan apa pun.

0811-147-797