Makanan · Bangkalan
Nasi Serpang, sepiring lauk yang habis sebelum jam delapan
Nasi campur Bangkalan dengan belasan lauk sekaligus, laut dan darat dalam satu piring. Cuma ada pagi, dan jumlahnya dihitung.
Nasi campur ada di seluruh Jawa Timur. Yang bikin yang satu ini beda bukan nasinya, melainkan berapa banyak yang ditumpuk di atasnya dan berapa lama kamu punya kesempatan membelinya.
Apa saja yang naik ke satu piring
Daftar yang paling sering disebut kira-kira begini:
- Pepes ikan tongkol, disebut paes di sini
- Sambal goreng kerang
- Soun bumbu kecap
- Telur asin
- Dendeng sapi Madura dan kripik paru
- Krupuk bumbu rujak serta sambal terasi
Yang menarik bukan panjang daftarnya. Yang menarik kerang dan tongkolnya datang dari laut di utara Bangkalan, sementara dendeng dan parunya datang dari sapi yang dipelihara di darat. Satu piring memuat dua sumber penghidupan sekaligus, dan itu tidak biasa untuk nasi campur mana pun.
Porsinya sendiri tidak besar. Yang banyak jenisnya, bukan takarannya.
Kenapa cuma pagi
Penjual nasi serpang yang asli menggelar dagangan sekitar pukul setengah enam dan sudah tutup sebelum jam delapan. Bukan karena jam kerja, tapi karena habis.
Jumlah yang dimasak memang dibatasi. Angka yang sering disebut sekitar tiga puluh bungkus sehari per penjual. Datang jam sembilan berarti datang untuk mendengar ceritanya saja.
Namanya belum tentu nama kampung asalnya
Serpang itu nama dusun di Desa Sabiyan, Kecamatan Arosbaya. Tapi pernah ada keterangan dari perangkat desa setempat bahwa yang pertama menjualnya justru orang dusun sebelah, dan namanya menempel karena mereka berjualan di pinggir jalan Dusun Serpang.
Kami bilang terus terang: kami tidak bisa memastikan versi mana yang benar. Yang jelas namanya sudah dipakai puluhan tahun dan tidak ada yang berniat mengubahnya.
Kalau kamu dari Sumenep
Arosbaya ada di ujung barat Madura, sekitar 160 kilometer dari kota Sumenep, tiga sampai empat jam lewat jalur utara maupun selatan. Jauh untuk sarapan.
Tapi kalau kamu memang sedang menyeberang ke Surabaya pagi-pagi, ini alasan yang masuk akal untuk berhenti sebelum naik jembatan.
Di mana makannya
3 tempat yang menyediakannya.
-
Nasi Serpang Bu Kom
Jl. Trunojoyo, Bangkalan
Berjualan sejak 2002, buka 06.30 sampai sekitar pukul sepuluh. Sesudah itu habis.
-
Nasi Serpang Bu Linda
Jl. KH Lemah Duwur, Bangkalan
Buka 05.00 sampai 10.00, habis 200 sampai 300 bungkus sehari.
-
Nasi Serpang Bu Siti Rumlah
Jl. Raya Kelurahan Bancaran, Kota Bangkalan
Generasi ketiga dari Dusun Serpang: neneknya Misriya dan ibunya Suniyah menjual yang sama.
Jam buka dan harga berubah tanpa pemberitahuan, dan warung kecil kadang tutup tanpa mengumumkan apa pun.
Lanjut