Budaya · Sumenep
Nyadar, syukuran petani garam yang digelar tiga kali setahun
Upacara petani garam Pinggir Papas untuk leluhur yang mengajari mereka membuat garam. Bukan festival, dan bukan untuk ditonton.
Madura dijuluki Pulau Garam, dan julukan itu paling terasa di Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget. Di sanalah upacara ini hidup.
Namanya dari nazar
Nyadar atau nadar berasal dari kata Arab nadzar, yang artinya melepas niat. Petani garam yang panennya berhasil melepas niat yang dulu diucapkan, dan itu inti seluruh acaranya.
Digelar tiga kali dalam setahun, berselang sekitar sebulan, mengikuti musim panen garam. Bukan sekali seperti kebanyakan syukuran.
Kepada siapa syukurnya
Kepada leluhur, dan satu nama yang selalu disebut: Syekh Anggasuto. Ceritanya, dia datang dari Timur Tengah lewat Cirebon lalu sampai ke Sumenep untuk berdakwah. Waktu air laut surut, dia melihat bekas telapak kaki besar di pesisir yang lama-lama mengeras jadi gumpalan garam.
Dari situ dia mengajari warga cara membuat garam, dan Nyadar adalah cara warga mengingat itu.
Kami bilang terus terang: ini riwayat lisan yang hidup di Pinggir Papas. Yang bisa dipastikan bukan mukjizatnya, melainkan bahwa orang di sana masih menjalankannya sampai sekarang.
Di mana digelar
Di sekitar kompleks makam leluhur, yang disebut asta dan dikenal setempat sebagai bujuk gubang. Lokasinya di Dusun Kolla, Desa Kebundadap Barat, sekitar 13 kilometer dari pusat kota.
Acaranya diisi penyembelihan hewan, santunan untuk anak yatim, dan makan bersama. Jadi meski akarnya ritual, yang terlihat sepanjang hari lebih mirip kampung yang sedang berkumpul.
Kalau mau datang
Ini bukan pertunjukan. Tidak ada panggung, tidak ada tiket, dan yang hadir datang untuk ikut, bukan untuk menonton.
Kalau kamu ingin melihat, datang dengan pakaian sopan, ikut duduk, dan jangan berdiri di depan orang yang sedang berdoa demi mengambil foto. Tanyakan dulu tanggalnya ke warga, karena penanggalannya mengikuti panen, bukan kalender.
Jalur ke Kalianget lewat tenggara, dan layanan Mobil kami melewatinya tiap hari.
Lanjut