Kembali ke Jelajah Madura

Tempat · Sumenep

Pantai Slopeng dan gundukan pasir yang tidak dibuat orang

Pantai utara dengan bukit pasir alami di belakang garis ombaknya. Yang paling luas dan paling sepi di Sumenep.

Pantai Slopeng dengan pasir luas, barisan pohon di kejauhan, dan langit berawan
Foto Arsha Fathan (CC0) lewat Wikimedia Commons.
Pohon palem tinggi di tepi Pantai Slopeng menghadap laut
Garis pantainya panjang dan hampir selalu kosong. Foto Arsha Fathan (CC0) lewat Wikimedia Commons.
Gazebo kayu di antara pepohonan di atas gundukan pasir Pantai Slopeng
Gundukan pasir di belakang garis ombaknya, yang sudah ditumbuhi pohon. Foto Arsha Fathan (CC0) lewat Wikimedia Commons.

Di pesisir utara, Kecamatan Dasuk, sekitar 21 kilometer dari pusat kota. Yang pertama terasa waktu sampai bukan lautnya, tapi betapa lapangnya.

Gundukan pasirnya

Di belakang garis ombak ada gundukan pasir alami yang tingginya beberapa meter. Bukan tanggul buatan dan bukan timbunan proyek; itu pasir yang ditumpuk angin utara bertahun-tahun.

Bentuk seperti ini tidak umum di Jawa Timur, dan di Sumenep cuma di sini. Di atasnya tumbuh pohon-pohon yang menahan pasirnya supaya tidak pindah lagi.

Bedanya dengan Lombang

Dua-duanya pantai utara Sumenep dan dua-duanya berpasir putih, tapi rasanya berbeda.

Pantai Lombang punya barisan cemara udang yang rapat sampai ke bibir pasir, jadi terasa teduh dan tertutup. Slopeng kebalikannya: terbuka, luas, dan panas. Yang datang ke Slopeng biasanya cari lapang, yang ke Lombang cari teduh.

Jam yang benar

Karena menghadap utara, ini juga bukan pantai matahari terbenam. Pagi paling enak. Siang di sini terik betul, dan tidak banyak tempat berteduh selain di balik gundukan pasirnya.

Yang perlu disiapkan

Fasilitasnya sederhana dan warungnya sedikit, apalagi di hari kerja. Bawa air, bawa topi, dan jangan berharap ada yang menjual apa pun sesudah sore.

Jalur ke Dasuk lewat utara, dan layanan Mobil kami melewatinya tiap hari.

0811-147-797