Tempat · Sumenep
Pantai Lombang dan cemara yang tumbuh membungkuk
Pasir putih di pesisir timur laut, dengan barisan cemara udang yang bentuknya tidak ada di pantai lain.
Sekitar 25 kilometer ke timur dari pusat kota, di Kecamatan Batang-Batang. Pasirnya putih dan halus, ombaknya tenang. Tapi yang bikin orang ingat bukan pantainya.
Cemara yang tidak berdiri tegak
Sepanjang bibir pantai berjajar cemara udang. Beda dari cemara pada umumnya yang menjulur lurus ke atas, pohon ini tumbuh membungkuk dan melengkung, dan bentuk itu yang melahirkan namanya.
Barisannya rapat dan tingginya tidak seragam. Jadi yang terbentuk bukan pagar pohon, lebih mirip hutan pendek yang berhenti tepat di garis pasir.
Dari mana pohonnya datang
Ceritanya mulai jauh sebelum pantainya jadi tujuan wisata. Menurut riwayat yang beredar di Sumenep, cemara udang dibawa rombongan pelaut Tiongkok yang melintasi perairan Nusantara pada abad ke-15.
Kami bilang terus terang: ini riwayat lisan yang berkembang setempat, bukan temuan yang bisa kami rujuk ke satu sumber tunggal. Yang jelas terlihat sekarang, cemara udang jadi tanaman yang dibudidayakan warga sekitar, dan bibitnya dijual di sepanjang jalan menuju pantai.
Jam terbaik
Lombang menghadap ke utara, jadi ini bukan pantai matahari terbenam. Yang dicari orang di sini justru pagi dan sore, waktu pasirnya belum panas dan bayangan cemaranya jatuh panjang ke arah air.
Yang perlu disiapkan
Tidak ada pusat perbelanjaan di sekitarnya, dan warung yang buka jumlahnya terbatas, apalagi di luar akhir pekan. Bawa bekal, atau berhenti dulu di kota.
Kalau perlu antar jemput ke arah sana, layanan Mobil kami lewat jalur timur laut tiap hari.
Lanjut