Tempat · Pamekasan
Vihara Avalokitesvara, satu pagar yang memuat empat rumah ibadah
Vihara terbesar kedua di Jawa berdiri di Pamekasan, dan di dalam pagarnya ada mushola, gereja, dan pura.
Madura dikenal sebagai Serambi Madinah, dan sebagian orang menganggap itu berarti cuma ada satu cara beribadah di sini. Tempat ini membantahnya tanpa berdebat: ia cuma berdiri, dan sudah lama.
Yang ada di dalam satu pagar
Bangunan utamanya vihara, dan ia vihara terbesar kedua di Pulau Jawa, sesudah Mahavihara Mojopahit di Trowulan, Mojokerto.
Di kompleks yang sama, di dalam pagar yang sama, ada mushola, gereja, dan pura. Bukan berdekatan dalam arti satu kampung, melainkan satu halaman. Foto kedua di atas memperlihatkan puranya menempel langsung ke sisi bangunan viharanya.
Itu yang membuat tempat ini sering dipakai sebagai contoh dalam pembahasan kerukunan beragama di Indonesia — bukan karena ada yang mengumumkannya, melainkan karena bentuknya memang begitu.
Ia mulai dari arca yang ditemukan
Awalnya bukan bangunan, melainkan temuan. Sejumlah arca Buddha ditemukan di kawasan Desa Polagan, dan arca-arca itu diyakini peninggalan masa akhir Majapahit, ketika pengaruh ajaran Buddha masih menyebar di pesisir Madura.
Yang paling menonjol arca Avalokitesvara, dan dari situlah namanya diambil. Tempat ibadahnya dibangun belakangan, di lokasi temuannya, lalu diperluas bertahap sampai seluas sekarang.
Jadi urutannya terbalik dari yang biasa kita bayangkan. Bukan orang datang lalu membangun, melainkan sesuatu yang sudah lebih dulu ada di tanah itu yang memanggil orang kembali.
Sebelum kamu masuk
Ini tempat ibadah yang dipakai, bukan bangunan bersejarah yang sudah kosong. Dupa di altarnya menyala tiap hari.
- Masuknya gratis, dan yang ada kotak sumbangan sukarela. Tidak ada yang menagih.
- Lepas alas kaki di tempat yang sudah ditandai, dan ikuti saja yang dikerjakan orang di depanmu.
- Tanya dulu sebelum memotret orang yang sedang sembahyang. Bangunannya boleh difoto bebas; orangnya urusan lain.
- Hari besar Imlek dan Waisak ramai. Kalau kamu datang untuk melihat bangunannya dengan tenang, pilih hari biasa.
Kalau kamu dari Sumenep
Galis ada di pesisir selatan Pamekasan, di jalur utama menuju Sumenep, sekitar 45 kilometer dari kota Sumenep — kira-kira satu jam.
Ini salah satu tujuan Pamekasan yang paling gampang dicapai dari Sumenep, dan letaknya persis di jalan yang sudah kamu lewati kalau kamu berangkat ke Pamekasan atau Surabaya. Digabung dengan Api Tak Kunjung Padam yang ada di sisi barat Pamekasan, keduanya muat dalam satu hari.
Lanjut