Tokoh · Sumenep
Arya Wiraraja, pejabat yang dibuang ke Sumenep lalu ikut mendirikan Majapahit
Dipindahkan jauh dari pusat kekuasaan pada 1269, dan dua puluh empat tahun kemudian dialah yang menyusun jalan berdirinya kerajaan terbesar di Nusantara.
Kalau kamu tinggal di Sumenep, tanggal 31 Oktober berarti sesuatu. Itu hari jadi kabupaten ini, dan angka tahunnya 1269. Yang dilantik hari itu seorang laki-laki bernama Banyak Wide, yang kemudian dikenal sebagai Arya Wiraraja.
Dipindahkan, bukan dipromosikan
Wiraraja pejabat di Singhasari, kerajaan yang berpusat di dekat Malang sekarang. Ia penasihat, dan menurut sebagian sumber masih kerabat Raja Kertanagara.
Pemindahannya ke Sumenep pada 1269 bukan kenaikan pangkat. Ia dijauhkan dari pusat, ke seberang laut, ke ujung timur sebuah pulau yang waktu itu tidak penting bagi siapa pun di Jawa. Yang tidak diperhitungkan Singhasari: orang yang dibuang ke pinggir tetap bisa melihat seluruh papan, dan kadang justru lebih jelas.
Yang datang pada 1292
Kertanagara jatuh pada 1292, dibunuh Jayakatwang dari Kediri. Menantunya, Raden Wijaya, lolos dengan sisa orang yang sedikit, dan menyeberang ke Madura.
Yang ia cari Wiraraja, dan yang ia dapat bukan pasukan melainkan rencana. Isinya, dalam versi yang paling banyak diceritakan, tiga langkah:
- Menyerah dulu kepada Jayakatwang, dan tampak benar-benar menyerah.
- Meminta sepetak hutan di utara, Hutan Tarik, dengan alasan yang tidak mencurigakan. Di hutan itulah Majapahit dibuka pada 1293.
- Menunggu tentara Mongol yang sedang dalam perjalanan untuk menghukum Kertanagara, memakai mereka untuk menghabisi Jayakatwang, lalu mengusir mereka sesudah tidak dibutuhkan.
Ketiganya berjalan. Itu sebabnya orang yang serius membaca sejarah Majapahit selalu sampai ke Sumenep, meski Majapahit tidak pernah berpusat di sini.
Perjanjian Sumenep
Sesudah Majapahit berdiri, ada kesepakatan yang dikenal sebagai Perjanjian Sumenep: Jawa dibagi, dan Wiraraja mendapat bagian timur. Ia kemudian berkedudukan di Lumajang, dan di sana pula ia wafat, sekitar 1316.
Bahwa ia menagih bagiannya, dan mendapatkannya, adalah bagian yang jarang dipakai dalam cerita kepahlawanan. Ia bukan penasihat yang bekerja tanpa pamrih. Ia bernegosiasi, dan ia menang.
Yang tidak kami ketahui
Tempat lahirnya berselisih di banyak sumber, dan bukan cuma dua: Ponorogo, Sumenep, Bali, dan Lumajang semuanya punya penyebut. Kami tidak bisa memilih di antaranya dan tidak berpura-pura bisa.
Yang juga tidak jelas hubungannya dengan Nambi, tokoh Majapahit awal yang oleh sebagian sumber disebut anaknya dan oleh sebagian lain tidak. Sebagian besar yang kita tahu tentang Wiraraja datang dari Pararaton dan Nagarakretagama, dua naskah yang ditulis jauh sesudah peristiwanya, dan keduanya punya kepentingan pada bagaimana Majapahit diceritakan.
Yang masih tersisa dari dia di Sumenep
Bukan bangunan. Garis rajanya berkali-kali putus dan berganti wangsa sesudah dia, dan keraton yang ada sekarang dibangun lima ratus tahun kemudian oleh Panembahan Sumolo.
Yang tersisa jabatannya. Kursi adipati yang ia duduki pada 1269 tidak pernah benar-benar kosong sejak itu, dan sekarang namanya Bupati Sumenep. Kalau kamu mengurus surat di kantor itu, kamu sedang berurusan dengan lembaga yang umurnya lebih dari tujuh setengah abad.
Lanjut