Tempat · Sumenep
Gili Labak, lima hektare yang dihuni 105 orang
Pulau pasir putih di tenggara Sumenep, dikelilingi terumbu karang yang jauh lebih luas daripada pulaunya sendiri.
Angka pulau ini lebih menjelaskan daripada kalimat apa pun. Luas daratannya sekitar 5 hektare, sedangkan terumbu karang yang mengelilinginya sekitar 81 hektare. Karangnya enam belas kali lebih luas daripada pulaunya.
Yang tinggal di sana
Sekitar 37 kepala keluarga, kurang lebih 105 orang. Tidak ada penginapan komersial dalam arti hotel. Yang ada rumah warga yang menerima tamu dan lahan untuk mendirikan tenda.
Listrik dan air bersih terbatas, dan itu bukan detail kecil. Bawa air minum sendiri, dan jangan berharap sinyal yang stabil.
Airnya
Pasir putihnya menghampar sekitar 2 hektare, dan dari bibir pantai dasar laut turun pelan. Karangnya mulai tidak jauh dari pantai, jadi buat lihat isinya kamu tidak perlu menyelam. Masker dan snorkel sudah cukup.
Karena karangnya masih terjaga, ada satu permintaan yang serius: jangan berdiri di atasnya. Karang yang terinjak butuh bertahun-tahun untuk pulih, dan pulau ini tidak punya apa-apa lagi kalau karangnya rusak.
Menyeberang
Ada empat titik keberangkatan dari daratan Sumenep: Pelabuhan Kalianget, Dermaga Tanjung di Saronggi, Desa Lobuk, dan Desa Kombang. Dari Kalianget penyeberangannya sekitar satu sampai dua jam, tergantung perahu dan cuaca.
Perahunya tidak berjadwal seperti kapal ferry. Biasanya dicarter, dan harganya dibagi rombongan. Jadi pergi berlima jauh lebih masuk akal daripada pergi sendiri.
Menuju Kalianget atau Saronggi, layanan Mobil kami jalan tiap hari.
Lanjut