Kembali ke Jelajah Madura

Tempat · Sumenep

Gili Iyang, dan apa yang sebenarnya bikin udaranya enak

Dijuluki Pulau Oksigen sejak penelitian 2006. Angkanya tidak seajaib yang beredar, tapi yang kerasa di sana nyata.

Tugu bertuliskan O2 Gili Iyang di tepi pantai pulau
Foto Arsha Fathan (CC0) lewat Wikimedia Commons.
Kapal layar motor berbadan putih dan hijau penuh penumpang di laut
Kapal layar motor yang melayani warga kepulauan Sumenep. Penyeberangan ke Gili Iyang sendiri berangkat dari Dungkek dan perahunya lebih kecil. Foto Surdab (CC BY-SA 4.0) lewat Wikimedia Commons.
Buruh angkut menggendong penumpang melewati air dangkal menuju perahu
Di pelabuhan kecil kepulauan Sumenep, penumpang digendong melewati air dangkal sebelum naik perahu. Foto Surdab (CC BY-SA 4.0) lewat Wikimedia Commons.

Gili Iyang pulau kecil di Kecamatan Dungkek, luasnya sekitar 9 kilometer persegi, kira-kira satu jam naik perahu dari pelabuhan Dungkek. Yang bikin dia terkenal cuma satu julukan: Pulau Oksigen.

Oh iya, gili itu kata Madura untuk pulau kecil. Jadi kamu tidak perlu menyebutnya "Pulau Gili Iyang".

Dari mana julukan itu

Julukannya berasal dari pengukuran kualitas udara oleh lembaga pemerintah pada 2006, yang mencatat kadar oksigen di pulau ini sekitar 20,9 persen pada siang hari.

Di sini kami mau jujur, soalnya angka itu sering dikutip seolah luar biasa. Kadar oksigen atmosfer di mana pun di permukaan bumi memang sekitar 20,9 persen. Gili Iyang tidak punya lebih banyak oksigen daripada halaman rumahmu.

Lalu kenapa rasanya beda

Yang bikin udaranya terasa lain bukan oksigennya, tapi apa yang tidak ada di dalamnya.

Tidak ada kendaraan bermotor dalam jumlah berarti, tidak ada industri, tidak ada asap yang terbawa dari daratan. Pengukuran yang sama juga mencatat kebisingan di pulau ini sekitar 36 sampai 38 desibel, kira-kira setara ruangan kosong, jauh di bawah jalanan kota mana pun.

Jadi yang kamu rasakan di Gili Iyang bukan udara yang lebih kaya, tapi udara yang bersih dan sunyi. Itu tetap sesuatu yang susah dicari, dan tetap alasan yang sah untuk datang.

Yang ada di pulaunya

Selain pesisirnya, ada beberapa gua karst dan tebing batu di sisi timur. Warga di sini bertani dan melaut, dan alat transportasi utamanya odong-odong, kendaraan roda tiga bak terbuka yang mengantar penumpang keliling pulau.

Sebelum menyeberang

Perahu ke Gili Iyang berangkat dari Dungkek, sekitar 40 kilometer dari pusat kota Sumenep, dan jadwalnya mengikuti cuaca. Penginapan di pulau terbatas dan sebagian besar berupa rumah warga.

Kalau perlu diantar sampai pelabuhan Dungkek, layanan Mobil kami melayani rute itu.

0811-147-797