Kembali ke Jelajah Madura

Oleh-Oleh · Madura

Tegetteh, batangan manis yang dipotong selagi panas

Beras atau kacang disatukan gula mendidih lalu ditekan jadi lempeng. Murah, tahan lama, dan ada di hampir tiap warung.

Beberapa potong tegetteh dari beras letus berlapis gula di atas piring putih
Versi beras letus. Yang berkacang dan berwijen sama-sama disebut tegetteh. Foto Ichi Ocha (CC BY-SA 4.0) lewat Wikimedia Commons.

Ini yang paling gampang kamu temui dan paling sering terlewat. Tegetteh ada di toples kaca di warung mana pun, harganya beberapa ribu, dan justru karena itu jarang dianggap oleh-oleh.

Cara membuatnya menjelaskan bentuknya

Gula dimasak sampai mendidih dan mengental, lalu isian dimasukkan dan diaduk cepat. Isiannya berbeda-beda: beras letus, kacang tanah, atau wijen.

Campuran itu dituang ke loyang, ditekan rata, lalu dipotong selagi masih panas. Kalau menunggu dingin, ia mengeras jadi satu lempeng dan tidak bisa dipotong rapi lagi. Itu sebabnya potongannya persegi dan tepinya kasar.

Gulanya bisa gula pasir, yang membuat warnanya pucat, atau gula merah, yang membuatnya cokelat gelap dan rasanya lebih dalam.

Kenapa ia cocok dibawa pulang

Tidak ada air di dalamnya. Gula yang mengeras jadi pelindung isian, dan selama tidak lembap ia bertahan berminggu-minggu tanpa pengawet apa pun.

Ia juga tidak hancur di dalam tas seperti kerupuk, dan tidak meleleh seperti jubada kalau kena panas.

Yang perlu diketahui

Namanya ditulis bermacam-macam: tegetteh, teghetteh, atau tegtteh. Semuanya menunjuk benda yang sama, dan ejaan bahasa Madura memang belum pernah diseragamkan dengan ketat.

Kalau kamu membandingkannya dengan jipang atau ampyang di Jawa, kamu tidak salah. Bentuk ini muncul di banyak tempat dengan nama masing-masing. Yang khas Madura pilihan gulanya yang sering gula siwalan, bukan gula tebu.

Di mana belinya

3 tempat yang menyediakannya.

  1. Desa Kalianget Timur

    Kecamatan Kalianget, Sumenep

    Salah satu sentra pembuatannya, dikerjakan di rumah-rumah dan bukan di pabrik.

  2. Pasar Anom Baru

    Kota Sumenep

    Ia barang pasar, bukan barang toko, dan di sini harganya paling dekat dengan harga aslinya.

  3. Toko Oleh-Oleh Sumenep

    Jl. Dr. Wahidin No. 9, Lingkungan Delama, Pajagalan, Kota Sumenep

    Buka sampai pukul sembilan malam, jadi ia yang paling masuk akal kalau kamu baru selesai jalan-jalan.

Jam buka dan harga berubah tanpa pemberitahuan, dan warung kecil kadang tutup tanpa mengumumkan apa pun.

0811-147-797