Makanan · Sumenep
Masak Pae, kue kentang yang menggantikan nasi
Sepotong pai kentang panggang ditaruh ke dalam kuah merah, dan itu yang dimakan — bukan nasi. Dulu cuma muncul di hajatan.
Ada satu benda kuning di tengah mangkuk yang bukan kentang rebus dan bukan telur. Itu kue, dipanggang di oven, dan ia yang menggantikan nasi.
Paenya memang "pie"
Namanya bukan kebetulan mirip. Pae itu pai, dan yang dimaksud pai kentang.
Cara membuatnya: kentang direbus lalu ditumbuk, dicampur mentega atau margarin, kuning telur, sedikit tepung, lalu dibumbui lada dan garam. Adonan itu dipadatkan di loyang, permukaannya diolesi kuning telur lagi, lalu dipanggang sampai matang dan mengilap.
Sesudah dingin ia dipotong, dan potongannya dimasukkan ke kuah. Kuahnya sup merah bertomat berisi wortel, kacang polong, dan daging.
Jadi urutannya terbalik dari kebiasaan kita: kuahnya disiram ke karbohidrat yang sudah matang sendiri, bukan lauknya yang menemani nasi.
Kenapa ada pai kentang di Sumenep
Penjelasan yang paling sering disebut: ini tiruan cara orang Eropa makan sup dengan pai kentang sebagai pengganti nasi, yang lalu diambil alih dapur Sumenep.
Kami bilang terus terang bahwa ini dugaan, bukan catatan. Sumbernya sendiri menulisnya sebagai kemungkinan, dan kami tidak menemukan dokumen yang memastikannya. Yang bisa dipegang cuma bentuknya: pai kentang bukan bentuk yang tumbuh sendiri di dapur Madura, dan Keraton Sumenep memang lama menerima tamu dari luar.
Kalau kamu penasaran seberapa jauh pengaruh itu, cake yang biasanya disajikan berdampingan dengan masak pae punya cerita yang justru sebaliknya — dan jauh lebih terang.
Dulu ia tidak dijual
Masak pae dulu makanan hajatan: pernikahan, khitanan, syukuran keluarga besar. Bukan menu warung, melainkan tanda bahwa tuan rumah sedang menghormati tamunya.
Baru belakangan, waktu wisata kuliner Sumenep tumbuh, ia pindah ke daftar menu harian beberapa rumah makan. Jadi kalau orang tua di sini bilang "dulu cuma kalau ada orang kawin", itu bukan nostalgia yang dilebih-lebihkan.
Mencarinya di sini
Yang menjualnya tiap hari masih sedikit, dan yang menjual paling enak sering justru yang tidak buka warung sama sekali.
Kalau kamu dengar ada yang membuka pesanan, atau ada tetangga yang sedang hajatan dan kamu diminta membawa pulang sebagian, kirim saja alamatnya ke admin. Kurir kami jalan tiap hari, pukul 06.00 sampai 21.00.
Di mana makannya
3 tempat yang menyediakannya.
-
AmanisH Resto
Jl. KH. Wahid Hasyim No. 51, Pekalongan, Bangselok, Kota Sumenep
Buka 10.00 sampai 21.00, dan masak pae ada di daftar hariannya mulai sekitar dua puluh ribuan.
-
Pusat Kuliner Malam Sumenep
Labangseng, Kolor, Kota Sumenep
Kumpulan penjual, buka 16.00 sampai tengah malam. Yang menjual masak pae tidak selalu sama tiap malam.
-
Hajatan orang Sumenep
Di rumah yang sedang punya acara, bukan di warung
Ini tempat aslinya. Sampai belasan tahun lalu, di luar hajatan ia nyaris tidak bisa dibeli.
Jam buka dan harga berubah tanpa pemberitahuan, dan warung kecil kadang tutup tanpa mengumumkan apa pun.
Lapar
Mau ini diantar?
Sebut saja nama warungnya ke admin, biar kami yang cari. Kurir kami jalan tiap hari, pukul 06.00 sampai 21.00.
Pesan lewat WhatsAppLanjut