Kembali ke Jelajah Madura

Makanan · Pamekasan

Sate lalat, yang tidak ada lalatnya sama sekali

Sate Pamekasan dengan potongan daging sekecil lalat, dijual per ikat berisi dua puluh lima tusuk.

Seikat sate lalat bertusuk lidi tipis berlumur bumbu kacang kental di atas piring putih
Foto Alfiyah Rizzy Afdiquni (CC BY-SA 4.0) lewat Wikimedia Commons.

Namanya yang duluan bikin orang bertanya, jadi kami jawab lebih dulu: tidak ada lalat di dalamnya.

Kenapa disebut begitu

Dalam bahasa Madura namanya sate lalak. Potongan dagingnya kecil sekali, dan sepiring sate ini dari jauh memang terlihat seperti kerumunan titik hitam. Dari situ namanya, dan orang Pamekasan menyebutnya tanpa merasa perlu memperhalus.

Dagingnya ayam atau kambing. Tusuknya lidi tipis, jauh lebih tipis daripada tusuk sate Madura yang kamu temui di kota-kota besar, dan satu tusuk cuma memuat dua sampai tiga potong.

Dibakar sekadarnya

Karena potongannya sekecil itu, membakarnya tidak boleh lama. Lewat sedikit saja, dagingnya kering dan tinggal serat. Yang dicari justru bagian luar yang kena api sebentar sementara dalamnya masih basah.

Bumbunya kacang dan kecap, dan kekentalannya biasanya lebih tinggi daripada sate di seberang. Dagingnya sedikit, jadi bumbunya yang bekerja.

Dijual per ikat, bukan per tusuk

Satu ikat sate lalat isinya dua puluh lima tusuk, dan itu ukuran satu porsi untuk satu orang. Kedengarannya banyak. Setelah dimakan, tidak.

Temannya lontong, bukan nasi. Gorengan atau kerupuk biasanya sudah tersedia di meja dan dihitung belakangan, kebiasaan warung yang berlaku di seluruh Madura.

Mencarinya

Sate lalat paling gampang ditemui malam hari di sekitar pusat kota Pamekasan, di warung tenda yang baru berdiri sesudah magrib.

Dari empat kabupaten di Madura, Pamekasan yang paling dekat dari Sumenep: sekitar 50 kilometer, kira-kira satu jam kalau jalannya lancar. Ini yang paling masuk akal dituju kalau kamu cuma punya satu sore.

Di mana makannya

3 tempat yang menyediakannya.

  1. Warung Sate Lalat Pak Yuto

    Jl. Niaga, Kawasan Sae Salera, Pamekasan

    Terdaftar di GoFood, jadi keberadaannya bisa dicek sendiri sebelum berangkat.

  2. Sate Lalat Pak Ento

    Jl. Trunojoyo No. 85, Patemon, Pamekasan

    Penjual lama yang habis ratusan porsi sehari. Ada yang menaruhnya di Kawasan Sae Salera, jadi pastikan dulu sebelum datang.

  3. Kawasan Sae Salera

    Jl. Niaga dan Jl. Purba, Barurambat Kota, Pamekasan

    Bukan satu warung melainkan satu kawasan warung tenda. Di sinilah sate lalat paling mudah dicari, terutama sesudah magrib.

Jam buka dan harga berubah tanpa pemberitahuan, dan warung kecil kadang tutup tanpa mengumumkan apa pun.

0811-147-797