Kembali ke Jelajah Madura

Budaya · Sumenep

Sapi sonok, kontes kecantikan yang dinilai dari langkah

Kebalikan dari karapan. Di sini sepasang sapi betina dinilai bukan karena cepat, tapi karena serasi.

Sepasang sapi sonok berhias kalung emas dan mahkota berjalan beriringan
Foto Priyono unyil (CC BY-SA 4.0) lewat Wikimedia Commons.
Beberapa pasang sapi sonok berhias pelana emas berbaris di lapangan rumput
Pasangan-pasangan sapi menunggu giliran di lapangan. Foto Ivuvisual (CC BY-SA 4.0) lewat Wikimedia Commons.
Sepasang sapi berhias emas melangkah melewati gerbang berukir
Yang dinilai langkahnya: sepasangnya harus berjalan serasi melewati gerbang. Foto Ivuvisual (CC BY-SA 4.0) lewat Wikimedia Commons.

Orang luar Madura hampir selalu mengira ini karapan yang lebih pelan. Bukan. Sapi sonok tradisi yang berbeda, aturannya berbeda, dan sapinya pun beda jenis kelamin.

Apa yang dinilai

Yang diadu sepasang sapi betina, jalan beriringan menyusuri lintasan menuju sebuah gerbang. Juri tidak mengukur waktu. Yang dinilai keserasian langkah keduanya, tegaknya kepala, keluwesan gerak, dan kerapian dandanannya.

Sapi yang jalan sedikit lebih cepat daripada pasangannya kehilangan nilai. Sapi yang menunduk kehilangan nilai. Yang dicari bukan kekuatan, tapi kesamaan.

Pangonong

Keduanya disatukan oleh pangonong, kayu penyangga di bagian leher yang biasanya diukir dan dicat. Pangonong inilah yang memaksa dua ekor sapi bergerak sebagai satu kesatuan, dan yang bikin ketidakserasian langsung kelihatan.

Selebihnya hiasan: kalung, mahkota kain, selendang, dan hiasan punggung yang warnanya cerah. Semuanya dijahit khusus, dan sebagian keluarga mewariskannya.

Dari mana asalnya

Riwayat yang beredar menyebut tradisi ini tumbuh sekitar tahun 1960-an di daerah Batu Kerbui, Pamekasan, lalu menyebar ke seluruh Madura termasuk Sumenep. Umurnya jauh lebih muda daripada karapan sapi.

Kenapa ini serius

Sapi sonok bukan sekadar hiburan. Sapi betina yang menang punya nilai jual dan nilai bibit yang naik tajam, dan pemiliknya merawatnya jauh berbeda dari sapi ternak biasa. Mandi rutin, pakan pilihan, dan latihan berjalan tiap hari.

Iringannya saronen, dan di sini fungsinya bukan cuma meramaikan. Ketukannya yang jadi patokan langkah, jadi sapinya sebenarnya berjalan mengikuti musik.

0811-147-797