Kembali ke Jelajah Madura

Makanan · Sumenep

Kripik tette, singkong yang dipukul sampai gepeng

Namanya menjelaskan cara membuatnya. Tette artinya dipukul, dan memang itu satu-satunya cara membuatnya jadi setipis ini.

Tumpukan kripik tette dalam kemasan plastik yang dijajakan di depan warung
Foto Lukjsly (CC BY-SA 4.0) lewat Wikimedia Commons.

Kalau kamu pernah makan campor atau kaldu kokot di Sumenep dan ada sesuatu yang tipis dan renyah di piring sebelah, kemungkinan besar itu ini.

Namanya kata kerja

Tette dalam bahasa Madura berarti dipukul atau ditekan sampai pipih. Jadi nama makanannya bukan menggambarkan rasanya, tapi menggambarkan apa yang dilakukan orang kepadanya.

Singkong direbus sampai empuk, lalu selagi panas dipukul satu per satu sampai gepeng. Sesudah itu dijemur, dan baru digoreng waktu mau dimakan.

Kenapa harus dipukul, bukan diiris

Diiris tipis, singkong akan pecah waktu digoreng karena seratnya terpotong. Dipukul selagi panas, seratnya justru merenggang tanpa putus, jadi lembarannya tetap satu keping utuh yang lebar.

Itu juga yang bikin permukaannya tidak rata. Kripik tette tidak pernah semulus keripik pabrik, dan tonjolan-tonjolan itu yang jadi bagian paling renyah.

Dimakannya bagaimana

Paling sering sebagai teman berkuah. Di kaldu kokot dan campor, kripik tette mengerjakan pekerjaan yang sama dengan singkong goreng: memberi sesuatu yang kering di piring yang isinya licin dan kental.

Tapi banyak juga yang makan begitu saja dengan sambal petis. Yang dijual di toko oleh-oleh biasanya sudah digoreng dan dikemas, sementara di pasar kamu masih bisa beli yang mentah dan menggorengnya sendiri.

Kalau mau bawa pulang

Yang mentah jauh lebih tahan lama dan tidak gampang remuk di perjalanan. Menggorengnya cuma butuh minyak banyak dan api sedang, dan dia mengembang cepat sekali, jadi jangan ditinggal.

Perlu dikirim ke luar kota? Os1ap Kargo yang mengurus.

Di mana makannya

3 tempat yang menyediakannya.

  1. Mall UMKM Sumenep

    Jl. Dr. Soetomo, Lingkungan Delama, Kota Sumenep

    Pusat oleh-oleh resmi kabupaten, buka 08.00 sampai 16.00. Kripik tette di sini diambil langsung dari perajinnya.

  2. Pasar Anom Baru

    Kota Sumenep

    Lebih murah daripada toko oleh-oleh, dan bisa ditawar.

  3. Desa Toronan

    Kecamatan Pamekasan, Pamekasan

    Sentra industri rumahan kripik tette. Di sini dijual mentah, belum digoreng, dan itu bentuk yang paling tahan dibawa pulang.

Jam buka dan harga berubah tanpa pemberitahuan, dan warung kecil kadang tutup tanpa mengumumkan apa pun.

Lapar

Mau ini diantar?

Sebut saja nama warungnya ke admin, biar kami yang cari. Kurir kami jalan tiap hari, pukul 06.00 sampai 21.00.

Pesan lewat WhatsApp
0811-147-797