Kembali ke Jelajah Madura

Oleh-Oleh · Bangkalan

Kerupuk udang Kwanyar, kerupuk yang digoreng pakai pasir

Pasir pantai menggantikan minyak, dan itu bukan penghematan. Kerupuk yang tidak berminyak tidak bisa tengik di dalam tas.

Setumpuk kerupuk udang pucat yang sudah mengembang di atas talenan kayu bulat beralas kain goni
Foto Alfiyah Rizzy Afdiquni (CC BY-SA 4.0) lewat Wikimedia Commons.

Kerupuk udang ada di mana-mana, jadi pertanyaannya selalu sama: kenapa harus yang ini. Jawabannya di sini bukan bahannya, melainkan apa yang tidak ada di dalamnya.

Pasir, bukan minyak

Di Desa Kwanyar Barat, kerupuknya tidak digoreng dalam minyak. Ia disangrai dalam pasir pantai yang dipanaskan di wajan besar. Pasirnya memindahkan panas seperti minyak, kerupuknya mengembang seperti biasa, lalu diayak keluar.

Yang berubah hasilnya. Kerupuk yang mengembang tanpa minyak tidak membawa minyak apa pun keluar dari wajan, dan minyak itulah yang biasanya membuat kerupuk tengik sesudah beberapa minggu di lemari.

Untuk sesuatu yang dibeli di Bangkalan lalu tinggal di dalam tas sampai rumah, itu bukan perbedaan kecil.

Satu desa di pesisir selatan

Kwanyar ada di pantai selatan Bangkalan, menghadap selat ke arah Surabaya. Kerupuknya industri rumahan: diolah, dijemur, disangrai, dan dikemas di rumah-rumah, bukan di satu pabrik yang bisa dikunjungi.

Letaknya tidak jauh ke timur dari kaki jembatan Suramadu. Buat yang baru menyeberang dari Surabaya, ini oleh-oleh pertama yang bisa dibeli sebelum masuk lebih dalam ke pulau.

Mentah atau sudah matang

Sama seperti kerupuk kepang dari Talango, ia dijual dalam dua keadaan, dan bedanya penting kalau perjalananmu masih panjang:

  • Sudah disangrai. Siap makan, tapi ringan, mudah remuk, dan memakan tempat besar.
  • Masih mentah. Keping keras yang rata, jauh lebih ringkas, dan tahan berbulan-bulan.

Bedanya dengan Talango, yang mentah di sini bisa kamu masak dengan dua cara di rumah: digoreng biasa di minyak, atau disangrai lagi di pasir kalau kamu mau hasil yang sama dengan aslinya.

Sebelum kamu beli

  • Tanya digoreng atau disangrai. Keduanya dijual di Kwanyar, dan yang jadi alasan tulisan ini yang disangrai. Kalau tidak ditanya, kamu bisa pulang membawa kerupuk udang biasa.
  • Lihat ada butir pasir yang tertinggal atau tidak. Sedikit wajar, banyak berarti pengayakannya buru-buru.
  • Yang mentah lebih baik untuk dibawa jauh, dan itu berlaku untuk semua kerupuk di daftar ini.

Di mana belinya

2 tempat yang menyediakannya.

  1. Desa Kwanyar Barat

    Kecamatan Kwanyar, Bangkalan

    Desanya sendiri, di pesisir selatan Bangkalan. Industri rumahan, jadi yang dibeli di sini keluar dari dapur yang membuatnya.

  2. Nusa Indah

    Jl. KH Moh. Kholil No. 105, Kelurahan Kemayoran, Bangkalan

    Pusat oleh-oleh terbesar di Bangkalan. Raknya penuh kerupuk hasil laut, dari terung sampai tenggiri.

Jam buka dan harga berubah tanpa pemberitahuan, dan warung kecil kadang tutup tanpa mengumumkan apa pun.

0811-147-797